PCR 200 CRD Furukawa

PCR 200 CRD Furukawa

PCR 200 CRD Furukawa (dealer atau distributor resmi di Indonesia) adalah mesin bor Pneumatic Crawler Drill dengan Top Hammer sanggup pemboran dengan diameter bit 2.5 – 3.5 inch kedalaman maksimal 15 meter.

PCR 200 secara singkat memiliki spesifikasi mesin bor Top Hammer dengan menggunakan T38 (38 mm diameter batang bor). Dimana dalam pengoperasiannya, mesin bor tersebut membutuhkan Portable Air Compressor bertipe Screw Compressor dengan Free Air Delivery sebesar 750 CFM – 850 CFM dengan tekanan kerja 7 – 8.5 Barg.

Mesin bor PCR 200 sangat fleksible digunakan pada produksi di pertambangan maupun pekerjaan konstruksi sipil. Drifter yang digunakan adalah PD 200 dimana drifter inilah bagian terpenting dari mesin bor. CRD adalah nama lain yang cukup populer untuk jenis mesin bor ini.

Mesin Bor CRD PCR 200 ini memiliki bobot yang terhitung ringan yaitu 5 ton namun dapat bekerja di berbagai medan yang sulit. Unit ini mampu melakukan pemboran dengan sudut kemiringgan hingga 20 derajat sehingga sangat cocok digunakan di pertambangan yang masih dalam tahap developing.

Spesifikasi PCR 200 CRD Furukawa

AIR CONSUMPTION :16 m3 / min
DIAMETER BIT :2,5 – 4 inci
PANJANG ROD :3.050 or 3.660 mm
MAX. KEDALAMAN :6 batang ( Length 3.050 mm /rod) Up to 18 m
DRIFTER :Pneumatic Drifter 200

Pengoperasian CRD PCR 200 yang baik

Tahapan tahapan ini menjadi penting untuk menjaga life time dari unit PCR 200 CRD Furukawa, diantaranya terdapat  3 tahapan utama :

  1. Yang pertama yaitu set up dimana mesin bor memposisikan sekokoh mungkin sebelum pemboran
  2. Yang kedua yaitu Collaring merupakan tahapan membuat leher lubang ledak dengan Low Impact, Low Feed, Low Rotation, dan Low Flushing
  3. Dan yang terakhir yaitu tahapan normal drilling dimana mesin bor sudah siap penetrasi  (Penetration rate 0.5 meter/menit pada batuan keras)

Cara Kerja PCR 200 CRD Furukawa

Dimana ada 4 komponen yang bekerja saat pemboran berlangsung diantaranya :

  1. Impact atau gaya pukul yang berasal dari piston
  2. Rotation atau gaya putar yang memastikan mata bor memukul bidang yang berbeda
  3. Feed atau gaya tekan yang memastikan mata bor selalu bersentuhan dengan permukaan batuan.
  4. Flushing yaitu udara yang ditiupkan di sepanjang aksesoris drill untuk mengangkat cutting atau ampas pemboran

Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut. terimakasih

Comments 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *